BACALAH : DUNIA MENANTIMU
Showing posts with label Materi 8. Show all posts
KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA
Pengeritan Kemandirian
Pada usia
remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja secara fisik tubuhnya menjadi besar namun
dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak
jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai
anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa
karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.
Perkembangan
kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia.
Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya
memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan
pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan
nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu.
Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional
untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri
tanpa menggantungkan diri pada orang lain.
Kemandirian
biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan
inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri,
membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang
lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari
pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya,
individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Kemandirian mengandung pengertian:
- Suatu
kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan
dirinya sendiri.
- Mampu
mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
- Memiliki kepercayaan diri
dan melaksanakan tugas-tugasnya.
- Bertanggung jawab atas apa
yang dilakukannya.
Robert Havighurt (1972),
membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:
- Kemandirian
emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya
kebutuhan emosi pada orang lain.
- Kemandirian ekonomi, yaitu;
kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana
ekonomi orang lain.
- Kemandirian intelektual,
yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.
- Kemandirian
sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan
tidak tergantung pada aksi orang lain.
Gejala yang berhubungan dengan
permasahalah kemandirian
Pentingnya Kemandirian Bagi
seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara
langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering
terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian,
seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku
agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak
kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat
menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang
kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian,
membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).
Beberapa gejala yang berhubungan
dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya
adalah:
- Ketergatungan
disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku
seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik,
keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.
- Sikap tidak peduli terhadap
lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih
rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari
lingkungannya.
- Sikap
hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan
prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam
masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan
bertindak serta kemandirian yang masih rendah.
VIII : Materi Konseling 22
DAMPAK HANDPHONE
- Pengertian
Apa
itu handphone?Telepon genggam atau Handphone adalah sebuah
perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama
dengan telepon fixed line sehingga konvesional namun dapat dibawa keman-mana (
portable ) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan
kabel ( nirkabel, wireless ).
- Sejarah Perkembangan Handphone
Teknologi handphone pertama kali diperkenalkan
pada tanggal 3 April 1973. Komunitas bisnis telefon bergerak mengingatnya
sebagai hari lahirnya handphone. Saat itu untuk pertama kalinya
pembicaraan jarak jauh dengan perangkat telefon bergerak portable dilakukan.
Yang pertama kali mencobanya adalah Martin
Cooper, General Manajer Divisi Sistem Komunikasi Motorola. Ide handphone datang
dari Cooper yang bermimpi untuk membuat alat komunikasi yang fleksibel. Ia
menginginkan untuk dapat keluar dari keterbatasan telefon tetap (fixed phone).Handphone Mr.
Cooper ini memiliki berat hampir 1 kg dengan ukuran tinggi 33 cm. Sebagai
teknologi baru, handphone tersebut tidak langsung dijual ke
masyarakat. Perlu waktu sampai 10 tahun sampai tersedia layanan komersial
telefon bergerak.
Tepatnya pada tahun 1983, ketika Motorola memperkenalkan DynaTAC
8000X. Inilah handphone pertama yang mendapat izin dari Federal Communications
Commission) FCC dan bisa dipergunakan untuk tujuan komersial. FCC adalah badan
pemerintah di AS yang mengatur semua regulasi menyangkut penyiaran
(broadcasting) dan pengiriman sinyal radio atau televisi lewat gelombang
udara. Handphone ini tersedia di pasaran pada bulan April
1983. Beratnya sekira 16 ons atau 1/5 kg. Dijual dengan harga 3.500 Dolar AS
atau sekira Rp 30-an juta.
- Fungsi Handphone
Saat ini di Indonesia dapat kita saksikan
begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang
di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi).
Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada
kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini
juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap nilai-nilai yang ada di
masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti
Indonesia. Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam
(HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah
dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala
informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di
akses oleh remaja.
Saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan
teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir remaja. Mereka banyak
berinteraksi dengan teknologi seperti televisi,handphone, ataupun
internet. Dan juga secara pengaruh,merekalah yangpaling rentan terkena
pengaruh/dampak negatif dari teknologi tersebut. Sesungguhnya handphone sangat
penting bagi para remaja, karena dengan handphone tersebut,para remaja
bisa lebih mudah dan lancar untuk berkomunikasi, akan
tetapi, akan tetapi ternyata handphonebisa menjadi barang yang
bahaya ketika ternyata handphone tersebut disalahgunakan
oleh anak untuk hal-hal yang negative
- Dampak Handphone
Remaja
zaman sekarang sudah banyak yang mempunyai handphone dan tiada
hari tanpa memeganghandphone terasa tidak enak karena handphone dapat
di pergunakan sebagai alat komunikasi, dan sebagai alat yang dapat menyimpan
file-file yang sangat berharga. Handphone pada
umumnya digunakan untuk berkomunikasi, tapi banyak juga remaja yang sering
menyalahgunakannya, misalnya untuk melihat hal-hal yang semestinya tidak patut
mereka lihat.
Berikut ini adalah dampak handphone
1. Dampak Positif
a.
Mempermudah komunikasi.
b.
Menambah pengetahuan tentang perkembangan
teknologi.
c.
Memperluas jaringan persahabatan.
2. Dampak Negatif
a. Mengganggu
Perkembangan Anak
Dengan
canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera,
permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah?
Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari
teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang
menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru
menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka
generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.
b. Efek radiasi
Selain berbagai
kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. penggunaan HP juga
berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih hati-hati dan
bijaksana dalam menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi pelajar anak-anak.
Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi
kesempatan menggunakan HP secara permanen.
c. Rawan terhadap tindak kejahatan.
Karena pelajar
merupakan salah satu target utama dari pada penjahat.
Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.
Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.
d. Pemborosan
Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran kita akan
bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat
maka hanya akan menjadi pemborosan saja.
- Cara pencegahan
1. Menolak
ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang meyangkut pornoaksi
dan pornografi.
2. Tidak
membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat
pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
3. Ketika
berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar dan
menggunakan handphone.
4. Belajar
sebaik mungkin agar tidak sampai menggunakan handphone saat
ujian.
5. Menghindari mengakses
situs porno atau mendownload konten-konten porno darihandphone.
6. Menggunakan handphone jika
diperlukan dan untuk hal-hal yang penting saja.
7. Memperbanyak
konten-konten religi pada handphone.
8. Memberi
kode pengaman pada handphone jika diperlukan.
VIII : Materi Konseling 21
MENGENAL PROFESI
DAN PROSPEK KARIR
Profesi sendiri merupakan kata
serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess" yang
bermakna : "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu
tugas khusus secara tetap/permanen".
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan
terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu
profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasidan lisensi yang khusus untuk
bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, ekonomi,
kedokteran, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.
Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Namun seiring semakin
familiernya istilah profesi di masyarakat, profesional juga biasa digunakan dalam
sebuah percakapan atau peng-istilahan untuk suatu aktivitas yang menerima
bayaran. Hal tersebut untuk menunjukan
bahwa aktivitas tersebut tidak “amatir”.
Contohnya adalah pemain sepak bola profesional yang menerima bayaran
untuk pertandingan sepak bola yang dilakukannya, sementara olahraga sepak bola sendiri pada dasarnya
tidak dianggap sebagai suatu profesi. Profesi adalah suatu pekerjaan, dan kita
seringkali menganggap profesi sebagai suatu pekerjaan, namun sesungguhnya tidak
semua pekerjaan adalah profesi. Profesi
mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya.
Jenis - Jenis
Profesi
Di
bawah ini disajikan mengenai berbagai jenis profesi yang berada di tengah
masyarakat. Namun, perlu dicatat bahwa urutan yang disajikan ini bukanlah
merupakan urutan derajat profesi itu di tengah masyarakat. Seluruh pekerjaan
dan profesi memiliki tingkat dan derajat kemanfaatan tersendiri bagi
masyarakat. Urutan ini juga bukan merupakan urutan yang didasarkan pada tingkat
jabatan, karena tingkat jabatan selalu terkait dengan tanggung jawab seseorang
di dalam institusi tempat ia bekerja. Sesuai dengan bakat dan kesempatan hidup,
seorang dapat memilih jenis profesi sebagai berikut :
1.
Profesi Dalam Bidang Ketenagaahlian dan Teknis
Profesi
yang termasuk dalam kategori ini lazimnya berkecimpung di bidang riset dan
penerapannya dalam berbagai masalah teknologi, ekonomi, kesehatan, sosial, dan
industri. Profesi dalam kategori ini melakukan fungsi-fungsi keahlian
teknologi, artistik, dan lain-lain. Bidang-bidang ilmu yang dibutuhkan dalam
profesi ini antara lain ilmu alam dan fisika, teknik struktur bangunan, hukum,
kesehatan, agama, pendidikan, sastra, seni, dan olahraga.
Penjelasan
lebih lanjut dari masing-masing jenis profesi ini adalah sebagai berikut :
a. Ilmuwan Sains
(Peneliti) dan Teknisinya.
Contohnya
: ahli kimia, ahli fisika, ahli ahli geofisika, ahli astronomi
b. Ilmuwan Perencana
dan Pelaksana Pembangunan serta Teknisinya
Contoh
profesi ini antara lain : arsitek dan perencana kota, ahli bangunan, ahli
mesin, ahli listrik
c. Ilmuwan Hayati
dan Teknisinya
Contoh
profesi ini antara lain : ahli biologi, ahli pertanian
d. Ilmuwan Teknologi
Penerbangan dan Perkapalan
Contoh
profesi ini antara lain : pilot, kapten kapal, serta ahli mesin penerbangan dan
perkapalan
e. Ilmuwan
Kedokteran
Contoh
profesi ini antara lain : dokter (umum dan spesialis), gokter gigi, dokter hewan, ahli farmasi, ahli gizi dan
nutrisi, bidan serta perawat profesional
f.
Ilmuwan Matematika, Statistik, Penganalisis
Sistem dan Teknisinya
Contoh
profesi ini antara lain : ahli matematika, ahli statistic
g. Ilmuwan Ekonomi
Contoh
profesi ini antara lain : ahli ekonomi umum, ahli manajemen, ahli administrasi,
ahli pemasaran
h. Ilmuwan Akuntansi
Jensi
profesi ini merencanakan dan memberikan jasa akuntansi, serta mambantu
pembuatan neraca keuangan. Contoh profesi ini antara lain : akuntan, auditor
i.
Ilmuwan Hukum
Contoh
profesi ini antara lain : hakim, jaksa, pengacara
j.
Ilmuwan Pendidik
Contoh
profesi ini antara lain : guru, tutor/trainer/instruktur, dosen
k. Ilmuwan Agama
(Rohaniawan)
Contoh
Profesi ini antara lain : Kiai, Ustadz, Pendeta, Biksu
l.
Ilmuwan Sastra dan Bahasa
Contoh
jenis profesi ini antara lain : kolumnis, pengarang, kritikus seni, penulis,
wartawan
m. Ilmuwan Seni Rupa
Contoh
jenis profesi ini antara lain : pematung, pelukis, fotografer.
n. Ilmuwan Seni
Musik
Contoh
profesi ini antara lain : Komponis, Penyanyi, Musisi, Produser, Aktor, Aktris,
Koreografer.
o. Ilmuwan
Keolahragaan
Contoh
jenis profesi ini antara lain : pelatih, olahragawan (atlet), dokter olah raga,
pembina olah raga.
p. Pekerja Sosial
dan Kemasyarakatan
Contoh
jenis profesi ini antara lain : Ahli Perpustakaan, Kurator Musium, Filolog,
Sosiolog, Sejarawan, Antropolog.
2.
Profesi Bidang Ketatalaksanaan Dan Pengelolaan
Profesi yang termasuk dalam kategori ini
terdiri atas orang-orang yang terpilih dan dipercaya sebagai anggota
pemerintahan setempat, daerah, provinsi, regional atau nasional. Tugas yang
diemban oleh profesi ini antara lain ikut memutuskan atau aktif menyusun
kebijakan pemerintah pusat atau pemerintah daerah, serta mempersiapkan
amandemen hukum dan peraturan resmi bersama dengan pejabat lain yang ikut
mengorganisasi, mengatur, dan memerintah. Orang-orang yang bergelut dalam
profesi ini juga mewujudkan dan menjalankan kebijakan pemerintah, serta
mengelola, merencanakan, memadukan dan mengatur kegiatan masyarakat dan
pribadi. Contoh jenis profesi yang berada dalam kategori ini antara lain
sebagai berikut :
a.
Pejabat Legislatif, Eksekutif, dan
Yudikatif
b.
Pengelola
3. Profesi dalam
bidang ketatausahaan
Profesi yang termasuk dalam kategori ini
berkecimpung dalam bidang pelayanan masyarakat yang mengusahakan agar norma
hukum, peraturan dan ketepatan-ketepatan pemerintah lokal, provinsi dan negara
dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, profesi ini juga mengawasi jalannya
kinerja, kelancaran proses transportasi dan komunikasi, serta pekerjaan lainnya
yang memantau pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Contoh dari profesi ini antara
lain sebagai berikut : Pengawas, Stenograf an Pengetik, Penata Buku dan Kasir,
Pengatur transportasi dan Komunikasi, Pekerja Dinas Pos, Telegraf, dan Telpon.
4.
Profesi Dalam Bidang Perdagangan
Profesi yang termasuk ketegori ini
berkecimpung dalam merencanakan, mengorganisasi, mengkoordinasi dan mengarahkan
usahanya dalam dunia perdagangan besar atau kecil. Contoh profesi ini antara
lain sebagai berikut :
a.
Manajer ; pemasaran, penjualan, dan
pembelian barang komoditas perdagangan.
b.
Penjual, Pengecer, dan Lainnya
c.
Penjaja Asuransi dan Perumahan
5.
Profesi dalam Bidang Jasa
Profesi yang termasuk kategori ini
berkecimpung dalam mengarahkan, mengorganisasi, mengawasi, merencanakan dengan
matang, agar sektor di luar industry dapat berjalan dengan semestinya. Dalam
jenis profesi ini, terdapat pengusaha jasa sosial yang berkecimpung dalam
bidang kemasyarakatan dan pribadi ini antara lain : konsultan, pelayan hotel,
tukang cukur/pangkas rambut, ahli kecantikan.
6.
Profesi dalam Bidang Pertanian, Perkebunan,
Kehutanan, dan Perikanan
Dalam sektor pertanian, profesi yang dapat
dilakukan antara lain membudidayakan tanaman tertentu. Begitu pula dengan jenis
profesi lainnya. Masing-masing mempunyai spesialisasi sesuai dengan ruang
lingkup kerjanya. Contoh dari kelompok profesi ini antara lain sebagai berikut
: Manajer Pengawas Perkebunan, Pekerja pertanian dan peternakan, Pekerja
Kehutanan, Pekerja perikanan (penangkap ikan), Pekerja perikanan melakukan penangkapan
sumber daya ikan yang berada di laut lepas, lalu membawanya le dermaga untuk
dijual ke pusat pasar ikan.
7.
Profesi dalam Bidang Eksplorasi Energi
Profesi yang termasuk ketegori ini berkaitan
langsung dalam masalah penambangan mineral, minyak, dan gas bumi. Orang-orang
yang profesi ini juga mengerjakan proses pengolahan dan pembangkitan energy.
Mereka juga melakukan konstruksi dan pembenahan berbagai tipe jalan, bangunan,
dan mesin. Contoh profesi ini antara lain pekerja kilang minyak dan penambang batubara.
8.
Profesi dalam Bidang Militer
Profesi yang temasuk kategori ini berkaitan
langsung dengan tugas-tugas yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan
negara. Contoh profesi ini antara lain : Polisi, Prajurit, Tentara, Marinir.



