BACALAH : DUNIA MENANTIMU


Bundaku, Super Inspiratif
Di Matsada sebutan untuk MTs Negeri 2 Bondowoso merupakan madrasah dengan sistem homogen atau siswa (laki-laki) terpisah dengan siswi (putri). Semenjak ada intruksi untuk Work From Home yang disingkat dengan WFH dari Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, maka pembelajaran dilaksanakan dari rumah, sehingga setiap guru mulai merencanakan dan memodifikasi pembelajarannya masing-masing.
Tidak mau ketinggalan dengan yang lain, dari tim bimbingan konseling juga telah mengembangkan media layanan berbasis online. Tugas pada umumnya berupa materi ,evaluasi, pengamatan, atau survei sudah menjadi santapan guru dan siswa pada pekan pertama hingga awal pekan kedua. Hasil konseling individu berbasis online menunjukkan adanya peningkatan keluhan siswa dalam mengerjakan soal yang menumpuk. Melihat hal tersebut maka bapak ibu guru memberikan tambahan waktu dan memberikan pilihan tugas berupa aktifitas yang menyenangkan.
Pekan kedua, WFH dilakukan dengan media online kala itu terbesit ide untuk memberikan tugas ringan dan tidak sampai meninggalkan rumah. Mencari inspirasi di media bahkan bertanya pada rekanan guru bimbingan dan konselingpun sudah dilakukan mulai pagi hingga sore untuk menemukan tugas selama siswa-siswi LFH (Learning From Home). Akhirnya tugas membuat posterlah yang jadi pilihan. Poster sebagai media informasi dan edukasi untuk siswa-siswi itu sendiri dengan menyamakan tema seputar corona atau covid-19. Mudah saja bagi anak-anak untuk menyelesaikan tugas ini sehingga belum lama diintruksikan sudah ada yang mengumpulkan. Bahkan ada yang paling lucu serta diluar dugaan, salah satu siswi membuat poster tentang peran orang tuanya yang luar biasa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga disertai dengan adanya tulisan di dalam poster “Bundaku Lebih Galak dari Covid-19”.
Selain tugas poster tugas yang tidak kalah penting dan menarik yaitu foto keluarga, selfi saat olah raga, belajar, serta ibadah. Alhamdulillah ternyata LHF cukup signifikan meningkakan kesadaran diri beraktifitas positif bersama keluarga dan karena melihat kreatifitas siswi tersebut lantas memacu semangat untuk membuat tugas yang simpel namun bermakna ditugas-tugas selanjutnya.
Sehat Selalu ya...Tugas membuat poster kali ini berkesan sekali.




Bundaku, Super Inspiratif

By : BiK
Thursday, April 16, 2020
1


MENGENAL NORMA-NORMA KEHIDUPAN

            Kita sebagai manusia tak hidup sendirian. Sebagai makhluk sosial kita selalu butuh berhubungan dengan orang lain untuk kelangsungan hidup, seperti bermain dengan teman, berhubungan dengan guru, dengan orang tua, dengan pedagang di pasar, dengan pak sopir di lyn bemo, pak tukang parker, pak tukang sampah, bu pijat dan sebagainya. Nah untuk kelancaran hubungan itu kita perlu memahami norma-norma yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan kita maupun orang lain
.
Macam-macam Norma Dalam Kehidupan
            Norma artinya tata ukuran atau aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan setiap orang yang terlibat di dalamnya bisa terjamin dan terpelihara dengan baik, semua mendapatkan hak sesuai yang seharusnya didapatkannya yang bermuara pada rasa aman, tentram, damai tanpa gangguan dan tekanan.
            Menurut isinya norma itu terdiri dari perintah dan larangan. Perintah  adalah kewajiban bagi setiap orang yang berada di dalamnya untuk berbuat sesuatu karena akibatnya- akibatnya dipandang membawa kebaikan bagi semuanya. Sedangkan larangan adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang yang berada di dalam lingkungan masyarakat  setempat untuk tidak melanggar sesuatu yang jika dilanggar akan berakibat tidak baik/tidak menguntungkan bagi semuanya.

            Dalam kehidupan kita mengenal beberapa macam norma . Setidaknya ada empat macam norma dalam kehidupan kita antara lain :

  1. Norma Agama : 
Yakni seperangkat aturan/ tatanan hidup yang wajib diterima oleh orang yang memeluk agama teretentu  yang didalamnya ada seperangkat perintah dan larangan yang kem udian menjadi sumber ajaran agama itu dan mengikat para pemeluknya. Perintah dan larangan itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang diturunkan kepada utusannya bisanya diwujudkan dalam bentuk wahyu dan kemudian dikumpulkan dalam  kitab suci. Seperti untuk agama Islam  kitab sucinya Al-Qur’an.
Perintah dan larangan itu mengandung konsekwensi / tanggung jawab moral  bagi pemeluknya. Perintah yang dilaksanakan oleh pemeluk agama itu akan mendapat pahala, sementara jika diabaikan akan berdosa. Demikian  juga sebaliknya jika larangan itu diterjang atau dilanggar akan mendapat dosa namun jika dihindari akan  mendapat pahala. Dan balasannya bukan hanya di dunia namun juga di akherat nanti yakni jika dalam hidupnya di dunia taat pada perintaNYA dan selalu menjauhi laranganNYA maka disediakan sorga baginya. Demikian juga  jika sebaliknya akan mendapat neraka .
Beberapa contoh norma agama misalnya :
a.                   “Seseorang tak boleh mencuri”
b.                  “Orang Islam wajib sholat lima waktu”
c.                   “Anak wajib berbakti kepada orang tua”
d.                  “ Menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki dan perempuan”
e.                   “ Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam    
                 hal kejahatan, dosa dan permusuhan”
f.                    “Berdagang itu khalal , riba itu haram”
g.                   “ Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”

  1. Norma Hukum:
Yakni seperangkat aturan / tatanan hidup yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara, dimana isinya mengikat setiap orang dalam negara itu. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan tetap mempertahankannya lewat praktek paksaan oleh alat-alat negara. Norma hukum ini bersumber dari peraturan perundang-undangan, yurisprodensi, agama, doktrin dan  kebiasaan.
Dibandingkan dengan norma lainnya norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman, Sanksi dan penataan terhadap pelanggaran peraturan –peraturan hukum itu bisa bersifat memaksa, dipaksakan oleh kekuatan dari luar yakni kekuasaan negara bersangkutan.
Biasanya hokum dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis , atau disebut dengan perundang-undangan. Perundang-undangan ada yang bersifat nasional ada yang daerah, semuanya dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnya.

Beberapa contoh norma hukum misalnya :
a.       “Barang siapa membuang sampah dengan sengaja di tempat umum didenda Rp. 50.000 atau hukuman sekurang-kurangnya satu tahun”
b.      “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa/ jiwa orang lain , dihukum karena membunuh dengan hukuman setin ggi-tingginya 15 tahun
c.       “ Dilarang membunyikan petasan,  jika dilanggar didenda Rp. 100.000
atau hukuman kurungan dua tahun penjara”
d.      “ Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan suatu Ciptaan atau memberikan izin untuk itu, dipidana dengan hukuman penjara paling sedikit 1(satu) bulan  dan atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000(satu juta rupiah) atau pidana paling lama 7(tujuh)tahun dan atau denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00(lima miliar rupiah).”

  1. Norma Kesopanan:
 Yakni seperangkat aturan / tatanan hidup yang timbul dan dibuat oleh masyarakat setempat untuk mengatur pergaulan antar anggota mereka dengan tujuan satiap anggota masyarakat saling menghormati satu dengan lainnya semuanya mendapatkan hak sesuai dengan yang harus didapatkan.
Jika norma kesopanan dijalankan maka kita akan dikenal sebagai orang yang sopan dan bisa diterima di masyarakat itu. Demikian juga sebaliknya jika ternyata kita melanggar norma kesopanan kita  akan dicela (dipaido:jw), digunjingkan, dan semacamnya.
Norma kesopanan itu berbicara soal patut atau tidak, pantas atau tidak, biasa berlaku di masyarakat setempat atau tidak .
Norma ini juga bersifat kedaerahan, tidak mendunia, satu daerah dengan daerah lainnya berbeda. Sesuatu yang di daerah lain dianggap kurang sopan , mungkin di tempat lain dianggap sangat sopan . Contoh norma kesopanan yang bersifat kedaerahan ini misalnya:
Di daerah Nganjuk, Madiun sampai ke Jogja anak yang mengatakan : “ Mangga menawi Bapak Sare kula adus rumiyin”( Silakan Bapak tidur saya tak mandi dulu). Ini sangat sopan
Namun ternyata di Surabaya dan sekitarnya ternyata bahasa itu menjadi:
” Mangga  menawi Bapak tilem kula siram rumiyin”  ini yang sopan. Jadi terbalik.
Demikianlah masih banyak lagi contoh daerah satu dengan lainnya yang berbeda. Di Kalimantan itu kalau ada tamu disuguhi kepala ikan sebagai bentuk penghormatan,  itu sopan sekali, tetapi kalau di Jawa menyuguhi kepala ikan dianggap tidak sopan. Di Jepang orang member pengormatan dengan membungkuk itu sopan.
Jadi kita memang harus belajar tentang norma kesopanan ini. Walaupun bersifat kedaerahan namun kesopanan secara umum juga bisa kita lihat antara lain contohnya :
a.       “Memberi dengan tangan kanan ini lebih sopan dibandingkan dengan tangan kiri”
b.      “ Orang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.”
c.       “ Bersikap ramahlah ketika bertemu dengan orang lain”
d.      “ Jangan memotong pembicaraan orang”
e.       “ Tidak makan  sambil berbicara”
f.        Dsb

  1. Norma Kesusilaan :
Yakni seperasngkat peraturan hidup bermasyarakat yang berasal dari suara hati nurani manusia. Jika kita bisa menerapkan norma kesusilaan dalam kehidupan kita akan nyaman berada di tengah masyarakat itu .
Namun jika sebaliknya, kita gagal menerapklannya maka akan berakibat penyesalan yang mendalam . Norma kesusilaan ini bersifat universal, bisa diterima oleh seluruh umat manusia di dunia.
Beberapa contoh norma Kesuliaan anatara lain misalnya :
a.       “ Kita tidak boleh membohongi orang lain “
b.      “ Kita harus menolong orang yang kesusahan”
c.       “ Jangan sombong kepada orang tua”
d.      “ Berlaku jujurt itu mulia”
e.       “ Tepatilan janjimu, Jangan berkhianat”
Nah itulah empat norma yang ada dalam kehidupan , semuanya harus kita fahami agar kita bisa mencapai kehidupan yang sukses , selaras, serasi dan seimbang, akhirnya akan menjadi masnusia yang bermartabat dan mulia dunia maupun akhirat.


VII : Materi Konseling 22

By : BiK
Monday, January 13, 2020
1


KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA
Pengeritan Kemandirian
Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja  secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.
Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.
Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:
  1. Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.
  2. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
  3. Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.
  4. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:
  1. Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.
  2. Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.
  3. Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.
  4. Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.


Gejala yang berhubungan dengan permasahalah kemandirian
Pentingnya Kemandirian Bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar  yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).



Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:
  1. Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.
  2. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.
  3. Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

VIII : Materi Konseling 22

By : BiK
Saturday, January 11, 2020
1


MENGENAL NORMA-NORMA KEHIDUPAN

            Kita sebagai manusia tak hidup sendirian. Sebagai makhluk sosial kita selalu butuh berhubungan dengan orang lain untuk kelangsungan hidup, seperti bermain dengan teman, berhubungan dengan guru, dengan orang tua, dengan pedagang di pasar, dengan pak sopir di lyn bemo, pak tukang parker, pak tukang sampah, bu pijat dan sebagainya. Nah untuk kelancaran hubungan itu kita perlu memahami norma-norma yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan kita maupun orang lain
.
Macam-macam Norma Dalam Kehidupan
            Norma artinya tata ukuran atau aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan setiap orang yang terlibat di dalamnya bisa terjamin dan terpelihara dengan baik, semua mendapatkan hak sesuai yang seharusnya didapatkannya yang bermuara pada rasa aman, tentram, damai tanpa gangguan dan tekanan.
            Menurut isinya norma itu terdiri dari perintah dan larangan. Perintah  adalah kewajiban bagi setiap orang yang berada di dalamnya untuk berbuat sesuatu karena akibatnya- akibatnya dipandang membawa kebaikan bagi semuanya. Sedangkan larangan adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang yang berada di dalam lingkungan masyarakat  setempat untuk tidak melanggar sesuatu yang jika dilanggar akan berakibat tidak baik/tidak menguntungkan bagi semuanya.

            Dalam kehidupan kita mengenal beberapa macam norma . Setidaknya ada empat macam norma dalam kehidupan kita antara lain :

  1. Norma Agama : 
Yakni seperangkat aturan/ tatanan hidup yang wajib diterima oleh orang yang memeluk agama teretentu  yang didalamnya ada seperangkat perintah dan larangan yang kem udian menjadi sumber ajaran agama itu dan mengikat para pemeluknya. Perintah dan larangan itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang diturunkan kepada utusannya bisanya diwujudkan dalam bentuk wahyu dan kemudian dikumpulkan dalam  kitab suci. Seperti untuk agama Islam  kitab sucinya Al-Qur’an.
Perintah dan larangan itu mengandung konsekwensi / tanggung jawab moral  bagi pemeluknya. Perintah yang dilaksanakan oleh pemeluk agama itu akan mendapat pahala, sementara jika diabaikan akan berdosa. Demikian  juga sebaliknya jika larangan itu diterjang atau dilanggar akan mendapat dosa namun jika dihindari akan  mendapat pahala. Dan balasannya bukan hanya di dunia namun juga di akherat nanti yakni jika dalam hidupnya di dunia taat pada perintaNYA dan selalu menjauhi laranganNYA maka disediakan sorga baginya. Demikian juga  jika sebaliknya akan mendapat neraka .
Beberapa contoh norma agama misalnya :
a.                   “Seseorang tak boleh mencuri”
b.                  “Orang Islam wajib sholat lima waktu”
c.                   “Anak wajib berbakti kepada orang tua”
d.                  “ Menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki dan perempuan”
e.                   “ Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam    
                 hal kejahatan, dosa dan permusuhan”
f.                    “Berdagang itu khalal , riba itu haram”
g.                   “ Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”

  1. Norma Hukum:
Yakni seperangkat aturan / tatanan hidup yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara, dimana isinya mengikat setiap orang dalam negara itu. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan tetap mempertahankannya lewat praktek paksaan oleh alat-alat negara. Norma hukum ini bersumber dari peraturan perundang-undangan, yurisprodensi, agama, doktrin dan  kebiasaan.
Dibandingkan dengan norma lainnya norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman, Sanksi dan penataan terhadap pelanggaran peraturan –peraturan hukum itu bisa bersifat memaksa, dipaksakan oleh kekuatan dari luar yakni kekuasaan negara bersangkutan.
Biasanya hokum dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis , atau disebut dengan perundang-undangan. Perundang-undangan ada yang bersifat nasional ada yang daerah, semuanya dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnya.

Beberapa contoh norma hukum misalnya :
a.       “Barang siapa membuang sampah dengan sengaja di tempat umum didenda Rp. 50.000 atau hukuman sekurang-kurangnya satu tahun”
b.      “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa/ jiwa orang lain , dihukum karena membunuh dengan hukuman setin ggi-tingginya 15 tahun
c.       “ Dilarang membunyikan petasan,  jika dilanggar didenda Rp. 100.000
atau hukuman kurungan dua tahun penjara”
d.      “ Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan suatu Ciptaan atau memberikan izin untuk itu, dipidana dengan hukuman penjara paling sedikit 1(satu) bulan  dan atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000(satu juta rupiah) atau pidana paling lama 7(tujuh)tahun dan atau denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00(lima miliar rupiah).”

  1. Norma Kesopanan:
 Yakni seperangkat aturan / tatanan hidup yang timbul dan dibuat oleh masyarakat setempat untuk mengatur pergaulan antar anggota mereka dengan tujuan satiap anggota masyarakat saling menghormati satu dengan lainnya semuanya mendapatkan hak sesuai dengan yang harus didapatkan.
Jika norma kesopanan dijalankan maka kita akan dikenal sebagai orang yang sopan dan bisa diterima di masyarakat itu. Demikian juga sebaliknya jika ternyata kita melanggar norma kesopanan kita  akan dicela (dipaido:jw), digunjingkan, dan semacamnya.
Norma kesopanan itu berbicara soal patut atau tidak, pantas atau tidak, biasa berlaku di masyarakat setempat atau tidak .
Norma ini juga bersifat kedaerahan, tidak mendunia, satu daerah dengan daerah lainnya berbeda. Sesuatu yang di daerah lain dianggap kurang sopan , mungkin di tempat lain dianggap sangat sopan . Contoh norma kesopanan yang bersifat kedaerahan ini misalnya:
Di daerah Nganjuk, Madiun sampai ke Jogja anak yang mengatakan : “ Mangga menawi Bapak Sare kula adus rumiyin”( Silakan Bapak tidur saya tak mandi dulu). Ini sangat sopan
Namun ternyata di Surabaya dan sekitarnya ternyata bahasa itu menjadi:
” Mangga  menawi Bapak tilem kula siram rumiyin”  ini yang sopan. Jadi terbalik.
Demikianlah masih banyak lagi contoh daerah satu dengan lainnya yang berbeda. Di Kalimantan itu kalau ada tamu disuguhi kepala ikan sebagai bentuk penghormatan,  itu sopan sekali, tetapi kalau di Jawa menyuguhi kepala ikan dianggap tidak sopan. Di Jepang orang member pengormatan dengan membungkuk itu sopan.
Jadi kita memang harus belajar tentang norma kesopanan ini. Walaupun bersifat kedaerahan namun kesopanan secara umum juga bisa kita lihat antara lain contohnya :
a.       “Memberi dengan tangan kanan ini lebih sopan dibandingkan dengan tangan kiri”
b.      “ Orang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.”
c.       “ Bersikap ramahlah ketika bertemu dengan orang lain”
d.      “ Jangan memotong pembicaraan orang”
e.       “ Tidak makan  sambil berbicara”
f.        Dsb

  1. Norma Kesusilaan :
Yakni seperasngkat peraturan hidup bermasyarakat yang berasal dari suara hati nurani manusia. Jika kita bisa menerapkan norma kesusilaan dalam kehidupan kita akan nyaman berada di tengah masyarakat itu .
Namun jika sebaliknya, kita gagal menerapklannya maka akan berakibat penyesalan yang mendalam . Norma kesusilaan ini bersifat universal, bisa diterima oleh seluruh umat manusia di dunia.
Beberapa contoh norma Kesuliaan anatara lain misalnya :
a.       “ Kita tidak boleh membohongi orang lain “
b.      “ Kita harus menolong orang yang kesusahan”
c.       “ Jangan sombong kepada orang tua”
d.      “ Berlaku jujurt itu mulia”
e.       “ Tepatilan janjimu, Jangan berkhianat”
Nah itulah empat norma yang ada dalam kehidupan , semuanya harus kita fahami agar kita bisa mencapai kehidupan yang sukses , selaras, serasi dan seimbang, akhirnya akan menjadi masnusia yang bermartabat dan mulia dunia maupun akhirat.


VII : Materi Konseling 21

By : BiK 1


MENGENAL BAKAT, MINAT, HOBI DAN KARIR

Beberapa pengertian
§ Bakat :    Anugrah Tuhan YME kepada setiap manusia, berupa kemampuan dasar yang masih terpendam. Bakat masih berupa bibit atau bahan yang akan berkembang apabila didukung oleh lingkungan. Tuhan menganugrahkan bakat kepada seseorang dilengkapi minat. Sehubungan dengan cara berfungsinya, ada 2 jenis bakat, yaitu:
1.      Kemampuan pada bidang khusus. Misalnya bakat musik, melukis, dll.
2.      Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan    khusus , misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang taknik arsitek.
Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertimgkat membentuk bakat.
Jenis Bakat
Beberapa ahli cenderung membedakan bakat atas bakat umum dan bakat  khusus. Berbakat atau gifted, diartikan sebagai bakat intelektual (baik umum atau  khusus) dan talent sebagai bakat-bakat khusus, misalnya dalam seni musik atau seni rupa. Bakat-bakat tersebut, baik yang masih potensi maupun yang sudah terwujud,  meliputi :
1.      Kemampuan intelektual umum
2.      Kemampuan akademik khusus
3.      Kemampuan berpikir secara kreatif -produktif
4.      Kemampuan dalam salah satu bidang seni
5.      Kemampuan psikomotorik/kinestetik
6.      Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan

§ Minat  :    Kecenderungan seseorang atau rasa suka seseorang terhadap sesuatu.
Ciri-ciri Minat
Menurut Slameto menjelaskan bahwa ciri-ciri minat yang ada  pada diri masing-masing individu adalah sebagai berikut :
1.      Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari kemudian
2.      Minat dapat diekspresikan melalui suatu pertanyaan yang menunjukkan  bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lain.
3.      Minat dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas
4.      Minat mempunyai segi motivasi dan perasaan
5.      Siswa yang memiliki minat terhadap suatu obyek akan cenderung  memberikan perhatian yang lebih besar terhadap obyek tersebut.
Seseorang yang memiliki minat cenderung akan lebih perhatian terhadap subyek tersebut. Siswa akan memiliki perasaan senang ketika ia melakukan  kegiatan yang diminatinya. Hal ini antara minat dengan berperasaan senang  terhadap hubungan timbal balik, sehingga akan terjadi hubungan, jika siswa yang  berperasaan senang maka akan berminat, begitu pula sebaliknya siswa  berperasaan tidak senang, maka ia cenderung tidak berminat
§ Potensi       : Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.
§ Kemampuan          :          Kecakapan yang diperoleh dari latihan-latihan.
§ Prestasi      : Kemampuan dalam bidang tertentu yang dioptimalkan
§ Hobi            : Hobi penting bagi seseorang karena membawa arti yang sangat besar bagi kehidupannya.Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu senggang. Orang yang enjoy dengan hobinya tidak mudah mengalami stres karena hobi biasanya membawa pengaruh positif , bila kita sedang merasa sedih tidak ada teman yang membantu menghilangkan kesedihan maka lampiaskan kesedihan dengan menjalankan hobi kita, percaya kita akan merasa enjoy. Hobi yang positif juga dapat menambah penghasilan (hobi dapat menghasilkan uang) misanya saja hobi masak, di waktu senggang kita mencoba masak kue dan kue dicoba enak maka tidak ada salahnya kue tersebut dijual ke warung-warung terdekat. Hobi hampir mirip dengan minat, tetapi masih dibawah minat. Sifatnya lebih dipengaruhi lingkungan, sering berubah-ubah dan tidak ada unsur-unsur kemampuan dasar yang dimiliki. Ada orang yang masa kecilnya punya hobi tertentu, melukis misalnya tetapi setelah besar hobinya sepak bola. Kalau melukis hanya sekedar hobi, jika tidak dikursuskan dan tidak sering dikerjakan maka akan hilang dengan sendirinya karena sudah merasa tidak tertarik lagi atau mulai tertarik pada hal lain. Berbeda dengan orang yang berbakat melukis maka dia akan terus menekuninya. Dari contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa bakat/minat dan kemampuan sangat membantu dalam keberhasilan suatu pekerjaan/karier.

Cara Menemukan Bakat yang tersembunyi
Bila sampai saat ini masih bingung dengan bakat yang Anda miliki, cobalah beberapa hal berikut untuk menemukan bakat yang sebenarnya sudah kalian miliki sejak dulu. Caranya :

1.    Dengarkan orang lain
“Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan”. Ungkapan yang sama juga berlaku dalam melihat bakat tersembunyi. Dibandingkan diri sendiri, orang lain seringkali jauh lebih tahu dibandingkan anda. Besar kemungkinannya orang lain sudah pernah (bahkan berkali-kali) mengatakan bahwa anda sangat menguasai bidang tertentu. Hanya saja selama ini mungkin anda mengabaikannya—tidak menganggap serius. Sekarang saatnya mulai mendengarkan.

2.    Temukan sesuatu yang sangat mudah dilakukan
Suatu saat mungkin anda melihat seseorang [dengan jenis kelamin dan usia yang sama] begitu kesulitan melakukan sesuatu, tetapi anda bisa melakukan aktifitas yang sama dengan super mudah. Lain waktu, anda menemukan orang lain perlu ambil kursus atau sekolah khusus untuk melakukan sesuatu tetapi anda bisa melakukan hal yang sama dengan sangat mudah tanpa kursus atau sekolah khusus. Berarti aktifitas tersebut adalah bakat tersembunyi anda. 

3.    Temukan sesuatu yang paling anda nikmati
Bakat tersembunyi sering kali menunjukan dirinya sendiri ke permukaan. Adakah majalah untuk topik [atau komunitas penghobi] tertentu yang tidak bisa anda lewatkan? Atau suatu aktifitas yang sangat ingin anda lakukan tetapi selama ini tidak karena keterbatasan tertentu [waktu/biaya/alat]. Besar kemungkinan aktifitas tersebut adalah bakat tersembunyi anda. Tidak ada jaminan pasti bahwa setiap yang anda sukai merupakan bakat tersembunyi anda, tetapi kerap ada diantaranya.

4.    Temukan sesuatu yang sering anda bicarakan
Adakah topik tertentu yang anda sadari atau tidak, selalu menjadi topik anda? Suatu ketika mungkin anda membicarakan topik lain, tetapi ujung-ujungnya lari ke topik yang biasa anda bicarakan lagi. Bisa jadi aktifitas yang ada dalam topik tersebut adalah bakat tersembunyi anda, atau setidaknya terkait.

5.    Tanyakan pada orang lain
Dalam banyak hal, cara termudah dan tercepat untuk mengetahui sesuatu adalah dengan bertanya. Tanya pada siapapun yang anda pikir bisa dan bersedia memberikan penilaian yang obyektif. Tidak selalu orang terdekat [pacar/pasangan], bisa jadi mereka justru paling tidak obyektif. Minta mereka mengabaikan kebiasaan-kebiasaan buruk anda, yang anda butuhkan hanya kelebihan anda [anda tidak sedang merenungi hidup, tetapi menggali bakat tersembunyi]. Sebisa mungkin usahakan dengan pertanyaan langsung “menurut kamu, apa bakat aku?”. Tanyai mereka secara terpisah, catat. Setelah semua jawaban terkumpul, perhatikan sesuatu yang paling sering disebutkan [oleh orang berbeda]. Jika jumlah orang yang anda tanya cukup banyak, saya yakin pasti ada sesuatu yang sering disebutkan. Anda boleh tersenyum, karena 90% itu adalah bakat tersembunyi anda.

Mengidentifikasi Bakat Dan Karir
Di masa sekarang ini, terdapat ribuan lapangan pekerjaan pada ratusan dunia usaha atau industri. Artinya kini ada begitu banyak kesempatan bagi siapa saja untuk meraih pekerjaan sesuai dengan bakat dan bidang yang diinginkan. Hanya yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana cara mengenali bakat dan minat yang ada didalam diri.
Sayangnya masih ada saja para profesional yang “terjebak” pada pekerjaan yang tak sepenuhnya mereka sukai. Oleh karena itu mulailah untuk mengenali bakat, minat dan kekuatan yang dimiliki sehingga kita mampu memanfaatkan semua kelebihan diri dengan sebaik-baiknya. Belum ada kata terlambat untuk mengejar karier, cita-cita dan impian yang kamu inginkan. Mulailah dari sekarang untuk mengidentifikasi bakat dan karier yang kamu inginkan, dengan cara sebagai berikut:
1. Kenali Diri
Sebelum mementukan karier, kenalilah diri sendiri. Jujurlah pada apa yang kamu rasakan, karena terkadang apa yang terbaik menurut orang tua dan orang lain tidak selalu sama dengan apa yang kamu inginkan atau pikirkan. Saat mempersiapkan masa depan berarti juga mampu mempersiapkan tujuan karier. Bila sejak awal memang mencita-citakan profesi tertentu kembangkanlah keahlian dan bakat yang kamu miliki.

2. Ketahui apa yang diinginkan
Mengenai hobi dan minat juga bisa menjadi langkah untuk mendapatkan karir secara tepat. Hobi menggambarkan bakat dan minat pada diri seseorang. Tanyakan pada diri sendiri apa saja yang membuat bosan atau membangkitkan semangat sebagai contoh, apakah matematika sering membuat mengantuk. Tapi pelajaran olahraga kerap membuat kamu lupa waktu? Di kala senggang apakah kamu lebih suka nonton film atau olahraga? Apakah acara liburan di TV lebih menarik daripada siaran langsung sepak bola?.
             Terlepas dari apa yang menarik bagi kamu, bersikaplah jujur untuk mengakuinya. Buatlah daftar apa saja yang sangat kamu ingin lakukan. Atau hal-hal apa saja yang membuat kamu lupa mengetahui apa yang kamu inginkan merupakan pondasi terpenting dalam meraih pekerjaan impian.

3.  Harga Nilai Diri
Jangan lupa untuk telat menghargai nilai-nilai harga diri. Tetapkan apakah terkait dengan  keluarga, kesetiaan, intergritas, etika kerja, kemampuan kerja untuk kekayaan. Sedangkan yang tak termasuk nilai diri adalah mobil mewah, sekolah beken, perdamaian dunia atau fitnes.

4.  Temukan Bakat
Bakat juga merupakan elemen terpenting dalam menentukan karir. Dengan bakat kita bisa merasakan kesenangan atau kepuasan kerja yang kita hasilkan. Pekerjaan yang dijalani sesuai dengan bakat juga mampu membuat kita terbangun dipagi hari dengan penuh semangat.
Hobi dan bakat sangat terkait erat. Keduanya bisa memotivasi kita untuk bekerja secara lebih baik. Bakat tak harus terlihat hal-hal konrit semata seperti bakat musik maupun olahraga, tapi juga bisa dilihat dari kefasihan saat berkomunikasi, atau efektif bekerja sama dengan orang lain. Banyak orang yang memang terlahir sebagai seseorang pemimpin, memiliki kemampuan mengorganisir, setia ada juga yang mampu membangkitkan semangat orang lain. Hal-hal seperti itupun juga dinamakan bakat.

5.  Kombinasikan Minat dan Kegunaan
Pada intinya kita harus dapat menilai secara jujur kelemahan diri. Setelah itu temukan bakat-bakat yang lain sehingga tidak hanya tau punya satu kelebihan semata. Mulailah mencari cara untuk menyelaraskan minat dan bakat misalnya bila kamu suka menonton acara olahraga dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mungkin karir sebagai komentator olahraga atau penulis olahraga bisa dipertimbangkan.
Intinya apapun yang kita lakukan harus bisa membangkitkan semangat untuk menjalaninya. Disamping hasil yang didapat mampu mendatangkan kepuasan tersendiri. Tak perlu muluk dalam merencanakan karir atau cita-cita, yang terpenting adalah mencoba melakukan apa yang ingin dilakukan sepenuhnya. 
Untuk mempermudah pemahaman diri kita tentang minat dan kemampuan yang meliputi bidang akademis dan non akademis, perhatikan contoh di bawah ini !

No
Nama
Minat
Kemampuan
Akademis
Non Akademis
Akademis / Nilai
Non Akademis
1.
Budi
IPS
Bahasa Indonesia
Berorganisasi
IPS : 8
Bhs : 9
Pengurus Osis
2.
Nina
Matematika
IPA
Elektro
Komputer
Matematika : 7
IPA : 8
Elektro :8
Menguasai program windows
3.
Rini
Bahasa Inggris
KTK
Tata Busana
Menjahit
Menyanyi
Menari
Bhs. Inggris : 7
KTK : 8
Tata Busana : 9
Bisa menjahit baju sendiri.
4.
Didik
Olahraga
IPS

PPKn
Sepak Bola
Tinju
Olahraga : 9
IPS : 7
PPKn : 8
Sudah masuk klub sepak bola




VII : Materi Konseling 20

By : BiK
Friday, January 10, 2020
3

- Copyright © BiK : Penuh Kebahagiaan dan Kedamaian