BACALAH : DUNIA MENANTIMU
Bersyukur, itu
Baik
Setiap manusia berusaha hidup
bahagia dan tentram, dalam hubungan sosial menginginkan kedamaian. Faktor kunci
dari hal tersebut adalah hati.
Hati yang
lapang, kuat, dan senantiasa bersyukur. Bersyukur bisa melapangkan hati sehingga
hidup menjadi optimis dalam menghadapi permasalahan sedang hati yang kuat
dimulai dari kelapangan hati yang telah ditempa secara berkala.
Bersyukur Ucapan
Bersyukur yang pertama adalah dengan
berucap yang baik. Dalam realita tidak sedikit manusia yang biasa berucap buruk
karena suatu alasan dan kondisi tertentu. Selalu berusaha berucap baik dalam
kondisi bagaimanapun dan kapanpun adalah menjadi tugas kita untuk bersyukur
atas anugerah yang kita miliki.
Banyak sekali orang yang tidak bisa berbicara/bisu/gagap/sumbing
dan lain-lain. Ada yang permanen atau butuh operasi dengan biaya yang tidak
murah bahkan mengambil daging dari anggota tubuh lain untuk menutup bibir
sumbing. Tidak pernah terbayangkan jika kita seperti mereka. Melihat kondisi
yang demikian sudah seharusnya kita beryukur dengan ucapan yang baik karena
kita tidak masuk dalam salah satu daftar diatas.
Bersyukur
Perbuatan
Bersyukur yang kedua adalah dengan
berbuat yang baik. Seperti menanam mangga maka kelak akan memanen mangga maka
kebaikan yang kita lakukan akan menuai kebaikan pada akhirnya. Jika kebaikan
kita disalah artikan atau tidak diterima maka tetap berbuat baik karena pada
akhirnya cahaya matahari akan mengganti gelap malam. Kebaikan akan mengganti
keburukan. Kebaikan seperti cahaya yang akan mengganti keburukan.
Berbuat baik adalah wujud bersyukur
karena telah dianugrahkan anggota tubuh yang lengkap oleh Allah SWT. Banyak sekali
manusia yang tidak seberuntung kita, memiliki 2 kaki 2 tangan masing masing 5
jari dan yang lain. Mari kita renungkan semisal kita tidak memiliki salah satu
saja, maka sungguh itu tidaklah sesuatu yang kita inginkan. Selanjutnya,
bersyukur melalui perbuatan baik harus kita maksimalkan tanpa kenal lelah dan
selalu berbuat baik
Bersyukur
Hati
Selanjutnya kita memohon kepada
Allah untuk kebaikan kebaikan orang tua, guru, dan kita semua. Mendoakan adalah
bagian dari bersyukur dan merupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah SWT.
Kebaikan Ucapan, Perbuatan, dan Hati
yang tulus mendoakan adalah pemandu kita untuk mencapai kedamaian, ketentraman
hidup.
Selamat J
Bersyukur Itu Baik
EKSPLORASI BAKAT SECARA
MANDIRI
Menurut
KBBI, bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak
lahir. Bakat dalam pengertian bahasa atau
dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan atau keunggulan
alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan
orang lain.
Bakat
(aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan sebagai potensi yang
masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. S.C. Utami
Munandar (1985)
Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari
Harvard University yang sering berkolaborsi dengan Howard Gardner dalam
membahas kecerdasan. Dalam tulisannya, Little Geniuses, yang pernah diterbitkan
majalah Parenting (1989), ia menjelaskan, bakat manusia bisa muncul dalam
berbagai bentuk. Perhatikan daftar kemampuan (ability) di bawah ini lalu
deteksi mana yang paling kuat di dalam diri Anda :
- Acting Ability (akting / gerakan)
- Adventuresomeness (kepetualangan)
- Aesthetic perceptiveness (estitika)
- Artistic Talent (artistik)
- Athletic prowess (ke-atlit-an)
- Common sense (pengetahuan umum)
- Compassion (peduli orang lain, mudah
tersentuh)
- Courage
(keberanian)
- Creativity (kreativitas)
- Emotional maturity (kematangan emosi)
- Excellent memory (kehebatan menyimpan
data / menghafal)
- Imagination (imajinasi)
- Inquiring mind (keingintahuan)
- Intuition (intuisi)
- Inventiveness (daya cipta, penemuan)
- Knowledge of a given subject (Pengetahuan
spesifik)
- Leadership abilities (kepemimpinan)
- Literary aptitude (bakat kesastraan)
- Logical-reasoning ability (kemampuan
berlogika)
- Manual dexterity (ketangkasan manual /
ketrampilan tangan)
- Mathematical ability (kemampuan
matematis)
- Mechanical know-how (penguasaan mekanis)
- Moral character (karakter moral)
- Musicality (permusikan)
- Passionate interest in a specific topic
(kegairahan mengikuti / mendalami topik tertentu)
- Patience (kesabaran)
- Persistence (ketangguhan)
- Physical coordination (kerapian fisik)
- Political astuteness (kelihaian
berpolitik)
- Problem-solving capacity (kemampuan
menghadapi masalah)
- Reflectiveness (kemampuan merefleksikan)
- Resourcefulness (kepandaian mengatasi
masalah)
- Self-discipline (disiplin-diri)
- Sense of humor (naluri melucu)
- Social savvy (pemahaman sosial)
- Spiritual sensibility (ketajaman
spiritual)
- Strong will (kemauan keras)
- Verbal ability (kemampuan mengungkapkan
secara verbal)
Daftar di atas baru sebagian dari
sekian. Masih banyak kemampuan alamiah manusia yang belum atau tidak bisa
dijabarkan. Dan lagi, kalau kita perhatikan praktek hidup, amat sangat jarang
ada orang yang hanya diberi satu kemampuan dari daftar di atas. Dalam diri
setiap manusia ada sekian kemampuan dari daftar di atas. Orang yang hebat di
bidang IT tidak berarti hanya dibekali kemampuan tekun dalam meng-otak-atik
komputer. Ia juga punya kemauan keras, punya disiplin, kreatif, mau mempelajari
hal-hal baru dan seterusnya. Seorang tokoh agama tidak berarti hanya dibekali
kemampuan spiritual sensibility saja. Ia juga punya kemampuan lain yang
mendukung keunggulannya, seperti verbal, sosial, dan lain-lain.
Jenis-Jenis Bakat
Menurut
Rahayu (2), ada dua jenis bakat, yaitu diantaranya:
Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa
potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa
potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni,
memimpin, berceramah, olahraga. Bakat khusus ini terbagi lagi menjadi beberapa
macam, diantaranya:
·
Bakat Verbal, yaitu bakat tentang
konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata.
·
Bakat Numerikal, yaitu bakat
tentang konsep-konsep dalam bentuk angka.
·
Bakat bahasa (linguistik), yaitu
bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk
jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan
lain-lainnya.
·
Bakat kecepatan, ketelitian,
klerikal, yaitu bakat tentang tugas tulis menulis, ramu-meramu untuk
laboratorium, kantor dan dalam kerohanian.
·
Bakat Relasi Ruang (spasial),
yaitu bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berpikir dalam
3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat
menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide
secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga
dimensi.
·
Bakat Mekanik, yaitu bakat
tentang prinsip-prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat-alat
lainnya.
·
Bakat Abstrak, yaitu bakat yang
bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram,
ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya.
·
Bakat Skolastik, yaitu kombinasi
kata-kata (logika) dan angka-angka. (Termasuk didalamnya kemampuan dalam
penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan
hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya
umumnya bersifat rasional).
Antara
potensial & Aktual
Untuk
meng-aktual-kan energi potensial itu dibutuhkan pembangkit, pengolahan atau
pendeknya bisa disebut proses aktualisasi.
Proses aktualisasi seperti apa saja yang bisa kita lakukan? Berdasarkan
temuan ilmiyah para ahli atau juga
pengalaman orang lain yang sudah menemukannya :
1. Hasrat sejati (inner calling)
Di sini yang perlu kita lakukan adalah
menemukan keinginan-keinginan yang selalu mendorong kita untuk meraihnya atau
melakukannya. Konon, di setiap diri manusia sudah dipasang semacam stasiun
radio yang selalu menyuarakan dorongan kepada kita untuk melakukan sesuatu yang
sifatnya sangat spesifik. Inilah yang disebut hasrat sejati – yaitu sebuah
hasrat yang terus menggelora di dalam diri kita. Supaya hasrat sejati itu
teratur dan tersalurkan, cobalah merumuskan dan memperjuangkan tujuan hidup
yang sudah kita buat berdasarkan kemampuan kita hari ini. Kesimpulan Mary Lou
Retton mengatakan,“Setiap orang memiliki bara api yang menyala-nyala di dalam
hatinya untuk meraih sesuatu. Tujuan hidup adalah alat untuk menemukannya dan
menjaganya supaya tetap menyala.”
2. Pembuktian diri
Membuktikan diri artinya kita
memunculkan ide, gagasan atau keinginan lalu kita memperjuangkannya sampai
berhasil. Agar kita tidak terlalu sering gagal, pilihlah yang kira-kira bisa
kita lakukan dengan kapasitas yang kita miliki hari ini. Semakin banyak yang
bisa kita realisasikan, semakin tahu di
mana sebetulnya keunggulan dan kelemahan kita. “Selama Anda belum bisa melihat
hasil karya Anda, selama itu pula Anda belum tahu kemampuan Anda”, pengalaman
Martine Grime. Biasanya, selama kita belum bisa membuktikan apa yang sanggup
kita lakukan (menghasilkan kreasi atau karya), penilaian kita tentang kemampuan
kita masih belum akurat. Terkadang kita hanya merasa mampu padahal belum tentu
kita memiliki kemampuan. Pembuktian adalah jalan untuk mengetahui apakah kita
sudah memiliki kemampuan atau baru merasa mampu.
3. Perbandingan positif
Ini juga bisa kita lakukan. Tehniknya,
kita dapat membuat perbandingan antara kita dengan orang lain. Orang lain itu
bagaikan cermin buat kita. Mengetahui di mana keunggulan dan kelemahannya,
biasanya akan menunjukkan di mana keunggulan dan kelemahan kita. Tehnik melihat
dan melakukan sesuatu dengan orang lain (bersinergi atau bekerja sama) inilah
yang pernah dilakukan Bruce Lee. Cuma
ada satu yang perlu dicatat. Model perbandingan yang kita butuhkan adalah
perbandingan positif. Maksudnya, kita membandingkan diri kita dengan orang
lain, bukan untuk tujuan yang macam-macam, tetapi murni untuk memperbaiki diri.
4. Pengasahan (Practicing)
Konon, sekitar tahun 1998, tim ahli
dari Universitas Exter di Amerika pernah melakukan studi terhadap kehidupan
orang-orang berprestasi, seperti Mozart, Picasco, dan macam-macam. Hasilnya,
mereka merekomendasikan kepada umat manusia untuk membuang mitos yang selama
ini diyakini. Mitos seperti apa yang biasa kita yakini? Kita sering meyakini
bahwa orang-orang berprestasi tinggi itu meraih prestasinya karena Tuhan
“mengistimewakan” mereka dengan bakat yang dimiliki sementara kita bukan
seperti mereka.
Mengapa keyakinan semacam ini disebut
mitos? Telaah di lapangan menyimpulkan,
ternyata bukan karena bakat semata yang membuat mereka berhasil. Memang
benar, mereka meraih prestasi tinggi karena punya bakat, ada peluang, ada
dukungan dan ada pelatihan, tetapi faktor yang paling banyak mendukung
keberhasilan mereka adalah “practicing” atau mengasah bakat, keunggulan atau
kelebihan alamiah yang melekat pada dirinya.
“Orang
selalu berkata kepada saya bahwa bakat saya dan kejelian saya yang menjadi
alasan kesuksesan saya. Mereka tidak pernah berkata tentang praktek, praktek,
dan praktek yang saya jalankan.” (Ted Williams, 1918)
5. Penempatan / penyaluran
Tidak semua keunggulan alamiah itu
berada di lokasi yang sangat jauh dari kita sehingga kita perlu mencarinya
setengah mati. Ada kalanya bisa muncul dari hobi, kegemaran-kegemaran kecil,
kegiatan tertentu yang kita lakukan tanpa beban seperti orang main-main atau
dari hal-hal yang sangat dekat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Di sini yang
dibutuhkan adalah menyalurkan atau menempatkannya pada saluran atau
bidang-bidang yang kira-kira menguntungkan kita lalu kita perbaiki dan kita
kembangkan.
Sebagai tambahan, saya ingin mengutip
hasil telaah dua orang pakar dari dunia yang berbeda. Mudah-mudahan ini juga
bisa kita jadikan referensi. Pertama, dari seorang konsultan olahraga yang
banyak menggeluti kehidupan atlet, Marie Dalloway, Ph.D, (2000-2004). Ia
mensyaratkan adanya lima hal mendasar bagi seorang atlet untuk mengaktualkan
bakat potensialnya, seperti berikut:
1.
Bakat (Talent)
2. Kemauan keras untuk maju (Steel Will).
3.
Dedikasi (cinta pekerjaan atau profesi)
4.
Pembinaan dan Latihan
5.
Training – diri
Sidney Moon dalam konferensi tahunan
kedelapan tentang bakat di Yunani (2002) menjelaskan bahwa supaya bakat seseorang
itu muncul dan bermanfaat bagi orang itu (ter-aktualkan), maka ini menuntut
tiga hal, yaitu :
1.
Kemampuan memahami diri (tahu
kelebihan, tahu kelemahan, tahu tujuan)
2. Kemampuan
membuat keputusan hidup yang bagus (berpikir positif, ber-aksi positif, bergaul
di lingkungan kondusif, dst)
3.
Kemampuan menaati disiplin–diri
(kemauan, ketekunan, kegigihan, dst)
Harus diakui memang bahwa ada rahasia
Tuhan di balik istilah bakat itu. Maksudnya, bakat dalam arti keunggulan
alamiah (potensi) memang dimiliki oleh semua orang, tetapi kenyataannya ada
orang yang tahu (“ditunjukkan”) harta karunnya lebih dini sementara yang lain
tidak. Ada bakat tertentu yang punya nilai sendiri untuk masa tertentu
sementara yang lain tidak atau belum. Mengapa ini harus terjadi, tentu kita
tidak tahu seratus persennya. Selamat mengeksplorasi bakat Anda
VIII: Materi Konseling 3
BELAJAR KELOMPOK YANG EFEKTIF
Belajar
Kelompok adalah sebuah model pembelajaran dimana peserta didik belajar bekerja
sama dalam sebuah kelompok untuk menyelesaikan tugas belajar. Menurut Modjiono
(1992:61), metode belajar kelompok dapat diartikan sebagai format belajar
mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi anggota yang satu dengan anggota
yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara
bersama-sama. Jadi, belajar kelompok adalah kegiatan belajar dalam kelompok dengan
tujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Tujuan dari belajar kelompok adalah untuk
mengembangkan cara berpikir kritis dalam memecahkan masalah, mengembangkan
kemampuan bersosialisasi dan komunikasi, meninggikan rasa percaya diri terhadap
kemampuan siswa. Selain itu, belajar kelompok juga bertujuan agar siswa dapat
memahami dan menghargai orang lain.
Manfaat dari belajar kelompok :
- Dengan membentuk kelompok
belajar, dapat memotivasi semangat belajar antara teman satu dengan
lainnya.
- Saling berbagi informasi dan
pengetahuan antara teman.
- Membangun komunikasi timbal
balik dengan adanya diskusi.
- Meringankan tugas yang
dberikan karena dikerjakan bersama.
- Mengoptimalkan kemampuan
berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan
- bekerja sama dalam menyelesaikan
tugas dan bersosialisasi di luar sekolah.
- Belajar lebih menyenangkan
karena dikerjakan secara berkelompok.
- Meningkatkan kualitas
kepribadian, seperti adanya kerja sama, toleransi, berpikir kritis
dan disiplin.
Belajar kelompok yang efisien :
- Pilih teman yang paling
cocok untuk bergabung dalam satu kelompok yang terdiri dari 3-5 orang.
Dengan anggota yang tidak terlalu banyak diharapkan lebih fokus dalam
berdiskusi.
- Tentukan dan sepakati
bersama, kapan, di mana dan apa yang akan dibahas serta apa yang perlu
dipersiapkan untuk keperluan belajar kelompok. Hal ini penting agar semua
anggota dapat mempersiapkan diri akan materi yang akan didiskusikan.
- Setelah berkumpul secara
bergilir tetapkan siapa pimpinan kelompok yang akan mengatur diskusi dan siapa
penulis yang akan mencatat hasil diskusi.
- Ciptakan suasana belajar
yang serius tapi santai.
- Rumuskan pertanyaan atau
permasalahan yang akan dipecahkan bersama dan batasi ruang lingkupnya agar
pembahasan tidak menyimpang.
- Bahas dan pecahkan setiap
persoalan satu persatu sampai tuntas. Berikan kesempatan kepada setiap
anggota untuk berpendapat, lalu kaji bersama manakah yang paiing tepat.
- Bila terdapat persoalan yang
tidak dapat dipecahkan atau tidak ada kesepakatan antar anggota,
tangguhkan saja kemudian minta pendapat guru. Lanjutkan ke persoalan yang
lain.
- Kesimpulan hasil diskusi
dicatat penulis, lalu dibagikan kepada anggota kelompok untuk dipelajari
lebih lanjut di rumah masing-masing.
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam KKB adalah :
a.
Pembentukan Kelompok
Kelompok dalam KKB dibentuk atas
bimbingan wali kelas, Guru BK atau prakarsa siswa sendiri. Besarnya anggota KKB
5 sampai 8 orang, apabila KKB terlalu banyak anggotanya dimungkinkan akan
berubah fungsinya menjadi arena gosip.
Dalam pembentukan
KKB perlu diperhatikan :
1. Jarak antara
rumah dengan tempat belajar.
2.
Kemampuan anggota.
3.
Kualitas anggota.
4.
Jenis kelamin, diusahakan tiap kelompok
terdapat siswa putra dan putri.
Musyawarahkan nama
kelompok, tetapkan nama yang menarik dan bermakna. Boleh berupa nama-nama
tokoh, singkatan-singkatan yang bermakna, nama kota/negara/tempat yang menarik dan semua anggota kelompok menjadi bangga bila
nama itu disebut. Contoh :
ARAGANI : Anak Rajin Gabung Di Sini
CLEOPATRA : Clubnya Orang Patuh Dan
Trampil
ALBATROZ : Anak loyal Bagus Trampil Obyektif
dan Zopan
ARIZONA : Anak Rajin Zopan dan Bijaksana
PITAGORAS :
Pintar Tangguh Gotong Royong Rajin dan Semangat
PITALOKA : Pintar Tangguh Loyal dan Kompak Dan lain – lain
Selanjutnya rumuskan Aturan, Undang – undang atau Tata
Tertib Kelompok. Agar lebih mentereng point – point aturan itu boleh kamu
namakan pasal-pasal. Tetapkan aturan-aturan yang berkaitan dengan kedisiplinan,
kerapian, kerajinan, kesopanan, kekompakan dan motivasi pencapaian prestasi
belajar.
Contoh :
Pasal 1 : Semua anggota kelompok harus selalu
berpenampilan rapi
Pasal 2 : Semua anggota kelompok harus saling menjaga
kekompakan, dsb,
Lengkapi aturan / tata tertib kelompok dengan sanksi bagi
pelanggar. Hindari sanksi / hukuman fisik, rumuskan sanksi yang bersifat
kreatif dan mendidik, yang bila sanksi itu diterapkan justru bisa menambah
kekompakan dan keakraban. Contoh : Membawa makanan ringan saat pertemuan
kelompok sebatas kemampuan, membersihkan meja kursi anggota selama 3 hari
berturut-turut, menggantikan kerja piket, mentraktir anggota kelompok sebatas
kemampuan, dan lain-lain.
b.
Tempat Belajar
Tempat penyelenggaraan KKB,
diantaranya :
1. Di rumah anggota
dengan diatur bergiliran.
2. Di ruang kelas
pada sore hari.
3. Di tempat lain
yang memenuhi syarat antara lain adanya meja, kursi, penerangan dan kenyamanan.
c.
Persiapan Belajar
Agar KKB benar-benar bermanfaat,
setiap anggota wajib menyiapkan bahan-bahan dan alat-alat belajar. Bahan dapat
berupa soal-soal yang akan diselesaikan PR, tugas-tugas yang akan dilaporkan
hasilnya, dan sebagainya. Alat-alat dan sumber belajar seperti buku referensi
dan kamus harus pula disiapkan.
d.
Pengantar Bicara
Secara bergiliran tiap
pertemuan KKB diantarkan oleh seorang anggota, untuk membuka suatu pertemuan
dan menyebutkan apa-apa yang akan dibahas agar tujuan KKB tidak menyimpang.
Pembuka pertemuan sekaligus bertindak sebagai ketua saat itu.
e.
Waktu Belajar
Waktu pelaksanaan KKB harus
dijadwalkan hari dan waktunya / jam berapa. Setiap anggota harus disiplin
mentaati jadwal yang telah disepakati. Lama pelaksanaannya bisa 1,5 jam efektif
ditambah 15 menit istirahat. Waktu yang terlalu lama dimungkinkan digunakan
untuk bergurau atau ngobrol.
f.
Cara Pelaksanaan
Berbagai cara untuk membangkitkan KKB diantaranya :
1.
Membahas dan menyelesaikan soal.
2.
Tanya jawab.
3. Memahami kata dan
istilah yang cukup kompleks.
4. Mencatat
pertanyaan untuk diajukan kepada guru di kelas, dan lain-lain.
Hal yang sangat berharga dalam KKB yang
tersimpan dalam sanubari para anggota setelah mereka dewasa adalah “kenangan
indah” saat aktifitas KKB. Masih tersimpan jelas kesan-kesan kehidupan remaja
pada saat mengadakan KKB dengan kelompoknya yang penuh suka dan suka. Nama-nama
anggota KKB seakan terpatri dalam batin dan menjadi sejarah kehidupan yang
sulit dilupakan.
VIII: Materi Konseling 2
DAHSYATNYA KEUTAMAAN BERSYUKUR
1. Manfaat
Bersyukur
Dalam kehidupan
kita pasti pernah mangalami hal yang membuat kita bahagia dan kadang juga malah
membuat kita merasa menjalani hidup adalah sebuah penderitaan.
Bersyukurlah atas kehidupan yang telah Allah berikan, kita masih diberi
kesempatan untuk hidup bernafas bebas, panca indra yang sempurna.
Berikut
manfaat bersyukur dalam kehidupan,
diantaranya :
a.
Hidup dalam
keberuntungan : Orang yang hidupnya bersyukur akan
selalu berfikir positif didalam setiap hal yang menimpanya baik yang
menyenangkan ataupun yang menyedihkan.
b.
Hidup dalam
kebahagiaan : Orang yang bersyukur akan selalu
merasa hidupnya penuh dengan kecukupan, oleh karena itu mereka selalu merasa
bahagia karena yakin bahwa setiap apa yang dia peroleh itulah yang terbaik.
c.
Memiliki wibawa
dimata orang lain : Orang yang
berbahagia adalah orang yang hidupnya penuh dengan kebaikan, mereka memiliki
wajah yang di hormati dan disayang oleh banyak orang karena wajah mereka
dihiasi oleh wajah penuh syukur
d.
Terilihat lebih
rupawan : Menurut para pakar psikologi orang
yang bersyukur akan memiliki wajah yang selalu tersenyum menjalani hidup dan
orang yang selalu tersenyum itu manambah kecantikan dan ketampanannya
e.
Awet muda dan umur
panjang : Orang yang selalu bersyukur memiliki
watak yang sabar, sedangkan orang yang sabar berdampak pada kesehatan dan awet
muda karena otot wajah beraktifitas tidak terlalu banyak dibandingkan dengan
orang yang memiliki watak pemarah.
2.
Akibat dan Ancaman Jika Tidak Mau Bersyukur
Berikut
akibat dan ancaman jika tidak mensyukuri nikmat, diantaranya :
a. Hidup Menderita
Hidup rasanya selalu menjadi beban,
iri dengan keberuntungan orang lain, dan enggan untuk berusaha lebih baik.
Meraka yang tidak mau bersyukur hidupnya penuh dengan kesusahan,suka mengeluh
dan menyelahkan takdir.
b. Hidup menjadi selalu sial
Penelitian membuktikan orang yang
tidak bersyukur selalu memiliki sifat negatif pada diri sendiri (Pesimis) dan
pada orang lain (buruk sangka). Orang yang berfikir negatif lebih banyak
mendapat kesialan dari pada orang yang berfikir Positif.
c. Mudah terserang penyakit
Pemarah, Pengiri dan berfikirnegatif
adalah sifat dari orang yang tidak mau bersyukur dengan keadaan yang dia
miliki. Meraka cenderung cuek dengan lingkungan dan diri sendri, akibatnya
kekebalan tubuh.
d. Di akhirat di siksa oleh Allah
Allah berfirman : "Dan
jika kalian manusia mau bersyukur atas nikmat yang telah aku berikan kepada
kalian makaniscaya aku akan menambah nikmat yang telah akuberikan kepada kalian,
dan jika kalian kufur (tidak mau bersyukur) maka ketahuilah niscaya siksa ku
itu pedih." ayat itu menjelaskan bahwa orang yang tidak mau bersyukur
atau kufur atas nikmat allah bahwa siksaan yang pedih akan menimpa pada
dirinya kelak ketika di akhirat.
3. Sebab-sebab kurang
bersyukur :
Berikut sebab-sebab yang menjadikan
manusia kurang bersyukur :
a.
Lalai dari nikmat Allah.
Sesungguhnya banyak manusia yang hidup
dalam kenikmatan yang besar, baik nikmat yang umum maupun khusus. Akan tetapi
dia lalai darinya.
b.
Kebodohan terhadap hakikat nikmat
Sebagian orang tidak mengetahui
nikmat, tidak mengenal dan tidak memahami hakikat nikmat. Dia tidak tahu bahwa
dirinya berada dalam kenikmatan, karena dia tidak mengetahui hakikat nikmat.
c.
Pandangan sebagian manusia kepada orang yang
berada di atasnya
Jika seorang manusia melihat kepada
orang yang diatasnya, yaitu orang-orang yang diberi kelebihan atasnya, dia akan
meremehkan karunia yang Allah berikan kepadanya. Sehingga dia pun kurang dalam
melaksanakan kewajiban syukur. Karena dia melihat apa yang diberikannya adalah
sedikit.
d.
Melupakan masa lalu
Di antara manusia ada yang pernah
melewati kehidupan yang menyusahkan dan sempit. Dia hidup pada masa-masa yang
menegangkan dan penuh rasa takut, baik dalam masalah harta, penghidupan atau
tempat tinggal. Dan tatkala Allah memberikan kenikmatan dan karunia kepadanya,
dia enggan untuk membandingkan antara masa lalunya dengan kehidupannya sekarang
agar menjadi jelas baginya karunia Robb atasnya.




